Kembali ke Makanan Tradisional Kukus, Panglima Puji Wahyono Ingin Sehat Ajak Warga Tinggalkan Gorengan dan Makanan Instan.
TANGERANG SELATAN , PERSADA SATU– Di tengah maraknya makanan cepat saji dan olahan yang digoreng, semangat untuk kembali ke pola makan alami ala tempo dulu kian tumbuh. Salah satu penggeraknya adalah Puji Wahyono, yang akrab disapa Panglima, pemilik kios makanan sehat di kawasan BSD, Kota Tangerang Selatan.Memasuki usia yang menginjak hampir 70 tahun, Panglima yang dikenal aktif berkiprah di berbagai organisasi kemasyarakatan di Banten ini mengajak masyarakat, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun, untuk kembali melestarikan dan menikmati makanan desa yang dikukus dan direbus.
“Kami rindu makanan desa yang sehat. Mari kembali ke makanan kukus, rebus pisang, ubi, singkong, talas, kacang-kacangan. Semuanya dikukus tanpa digoreng, bebas kolesterol, aman bagi penderita hipertensi dan asam urat,” ujar Panglima saat melayani pelanggan di kiosnya, Jumat (10/7/2026).

Ia mencontohkan kebiasaan hidup orang tua zaman dahulu yang hampir seluruhnya mengonsumsi hasil alam dengan cara sederhana.“Dulu orang tua kita di desa hanya makan seperti ini saja, tapi tetap sehat. Makanya umurnya bisa sampai 90 tahun dan jarang sakit. Kalau zaman sekarang, semua serba digoreng, makanan instan, dan diawetkan,” paparnya.
Berdasarkan sejumlah informasi kesehatan, metode pengukusan dan perebusan terbukti lebih baik karena tidak menambahkan lemak jenuh dari minyak goreng, serta mampu menjaga kandungan vitamin dan mineral alami bahan pangan, sehingga sangat direkomendasikan untuk menjaga kesehatan jantung dan mengendalikan kadar asam urat serta tekanan darah.
Panglima mengaku telah membuktikan sendiri manfaat pola makan tersebut. “Saya sendiri sudah merasakannya, sekarang badan lebih sehat dan jarang sakit. Ditambah lagi banyak bergerak dan olahraga, jangan terus duduk diam atau terus-terusan di ruangan ber-AC,” tambahnya dengan semangat.
Kini, konsep makan sehat ala tempo dulu yang ditawarkan Panglima justru digemari lintas kalangan. Pelanggannya tidak hanya dari masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, melainkan juga penghuni perumahan mewah di BSD, hingga instansi pemerintahan.
“Permintaan sudah sangat banyak. Bukan hanya warga biasa, tapi juga yang tinggal di perumahan elit BSD. Bahkan kalau ada acara di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang Selatan (Puspem Tangsel), mereka sering memesan ke kami untuk camilan saat rapat atau pertemuan,” ungkapnya.
Kios yang menyajikan sajian kukus tradisional ini terletak di Jalan Leguti arah ke Jalan Kalimantan, BSD, persis di seberang Puskesmas BSD. Panglima juga berencana membuka cabang di lokasi lain jika kebutuhan masyarakat semakin meningkat.
Ia juga menyampaikan niatnya untuk menyumbangkan sebagian hasil penjualan dalam rangka berbagi program Jumat Berkah.
“Pola makan kembali ke alam adalah jalan menuju tubuh yang kuat dan awet muda. Mari kita mulai dari diri sendiri, hari ini juga,” pesan Panglima menutup percakapan.
Liputan : Team Persada Satu
