Persadasatu.com, Tangsel — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi mengakhiri pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan tingkat PAUD/TK, SD, dan SMP. Mulai Kamis, 10 September 2026, kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka (PTM).
Meski demikian, pelaksanaan PTM belum berjalan seperti kondisi normal. Pemerintah daerah menetapkan sejumlah penyesuaian, salah satunya pengurangan durasi waktu belajar menjadi sekitar 30 menit.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pelaksanaan PJJ yang dilakukan sebelumnya berakhir pada Rabu, 9 September 2026. Dengan demikian, para siswa mulai kembali mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah pada Kamis, 10 September 2026.
“PJJ hari ini, 9 September, berakhir. Besok, Kamis 10 September, mulai belajar tatap muka dengan syarat waktu dikurangi dan tetap menjaga kesehatan, memakai masker,” ujar Benyamin saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan, Rabu (9/9/2026).
Benyamin menjelaskan, keputusan untuk kembali menerapkan PTM tersebut diambil setelah pemerintah daerah mempertimbangkan berbagai kondisi dan perkembangan situasi di wilayah Tangsel.
Menurutnya, meskipun terdapat imbauan dari Pemerintah Provinsi Banten agar pembelajaran jarak jauh tetap dilaksanakan, Pemkot Tangsel memiliki sejumlah pertimbangan sehingga memutuskan mengakhiri PJJ mulai hari ini.
“Memang imbauan dari provinsi tetap dilakukan PJJ, namun berbagai pertimbangan, makanya hari ini kita akhiri PJJ,” jelasnya.
Terkait kondisi udara pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Benyamin mengakui aktivitas erupsi masih terjadi. Namun, berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), arah tiupan angin saat ini bergerak ke barat daya sehingga tidak mengarah ke wilayah Jabodetabek.
“Menurut BMKG masih sering terjadi, namun tiupan anginnya ke arah barat daya sehingga tidak ke arah Jabodetabek,” katanya.
Meski PTM kembali diberlakukan, Benyamin mengingatkan seluruh pihak, khususnya sekolah, guru, siswa, dan orang tua, agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan. Penggunaan masker dan penerapan pola hidup sehat tetap menjadi perhatian selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Dengan kebijakan tersebut, aktivitas pendidikan di Tangsel mulai berangsur kembali ke sekolah, namun dengan durasi belajar yang masih dibatasi sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. (RSD)
