Banjir Kelima dalam Sebulan, Warga Serpong Kian Tertekan: “Kami Seperti Diusir Gunung Sampah
Serpong,persadasatu.com– Warga RT 006 RW 004 Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, kembali dihantam banjir pada Selasa (2/11/2025). Ironisnya, ini bukan peristiwa pertama—bahkan sudah lima kali banjir menerjang permukiman tersebut dalam satu bulan terakhir.

Banjir diduga kuat terjadi akibat longsoran sampah dari TPA Cipeucang yang menutup aliran sungai sehingga air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.
“Sudah Tidak Tahan, Seperti Diusir Sampah”
Kristianto (43), salah satu warga yang rumahnya kembali terendam, mengungkapkan rasa putus asa. Ia menilai pihak terkait seperti mengabaikan penderitaan masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Cipeucang.
“Ini sudah banjir yang kelima. Untuk bertahan sudah tidak mungkin, karena jawabannya selalu banjir. Kami seperti diusir oleh gunung sampah, tapi tidak ada pertanggungjawaban,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia menambahkan, peristiwa berulang ini seolah dianggap biasa oleh pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab.
“Dengar berita banjir berkali-kali, tapi yang punya wewenang santai saja. Sementara kita yang jadi korban,” tambahnya.
Pemkot Tangsel Sebut Penanganan TPA Cipeucang Sedang Berjalan
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Menurutnya, TPA Cipeucang sedang memasuki tahap penanganan lanjutan setelah beberapa kali mengalami longsoran.
Pilar mengungkapkan bahwa Pemkot sudah menyiapkan anggaran untuk penataan area landfill 4, termasuk pemasangan membran sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mencegah rembesan dan longsoran sampah di masa mendatang.
“Kita sudah koordinasi dengan Gakkum KLH. Langkah strategis sedang dijalankan, termasuk pembebasan lahan. Harapannya ke depan kejadian longsor dan banjir tidak terulang,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot juga menargetkan pembelian tambahan lahan seluas 2 hingga 5 hektare untuk memperkuat sistem pengelolaan TPA sebelum proyek PSEL (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik) rampung.
Warga Minta Bukti Nyata, Bukan Janji Teknis
Meski pemerintah telah menyampaikan rencana teknis, warga Serpong berharap perubahan nyata segera terlihat. Banjir berulang tidak hanya merusak rumah dan barang-barang mereka, tetapi juga memicu rasa cemas setiap kali hujan turun.
Masyarakat meminta agar penanganan TPA Cipeucang dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan transparan, sehingga mereka tidak terus-menerus menjadi korban dari persoalan yang sudah lama diketahui.
“Kami hanya ingin hidup tenang tanpa takut air meluap setiap hujan,” ujar salah satu warga lainnya.
Persada Satu akan terus memantau perkembangan penanganan TPA Cipeucang dan dampaknya terhadap warga Serpong.
(Indra)
Editor : Team Redaksi.
