SUKABUMI,persadasatu.com – Pemerintah Kecamatan Nyalindung bersama para tokoh agama dan ulama setempat menggelar pertemuan sekaligus sosialisasi gerakan dakwah dalam rangka menyambut kegiatan Jamaah Dakwah Watabligh di Masjid Al-Muttaqin, Kampung Ranca Bali Pasir, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Acara ini dihadiri langsung Ketua MUI Kecamatan Nyalindung, KH. Aliyudin Subadri; Ketua DMI, Ustadz Ahmad Humaidi; Ketua KTT, Ustadz Tajudin Nursambas; serta Ketua NU setempat, KH. Efendi. Jajaran pemerintah desa juga hadir, diwakili Kepala Dusun sekaligus pengurus DKM Masjid Al-Muttaqin, Wandi, yang bertindak selaku tuan rumah.
Kedatangan rombongan jamaah dakwah yang berasal dari wilayah Bandung Arca Manik ini dipimpin langsung oleh KH. Muhammad Ohan bersama delapan orang anggota. Mereka akan melaksanakan dakwah keliling dari masjid ke masjid selama 40 hari, dengan tujuan bersilaturahmi serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat muslim di Desa Kertaangsana dan sekitarnya, sebagaimana disampaikan H. Teten dalam keterangannya.
Dalam ceramah utamanya, Ketua MUI Kecamatan Nyalindung, KH. Aliyudin Subadri, mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengajak seluruh warga, khususnya masyarakat Kampung Ranca Bali Pasir, untuk senantiasa meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memperbanyak amal saleh. Ia menekankan pentingnya memakmurkan masjid sebagai pusat solusi, kesejahteraan, dan sarana utama kehidupan beragama umat Islam.
“Masjid harus menjadi pusat kegiatan religius bagi setiap muslim dan muslimat, dengan mencontoh pola gerak pikir serta kinerja Rasulullah SAW. Gerakan yang dilakukan Jamaah Tabligh ini adalah bukti nyata upaya menduplikasi cara dakwah yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan kebaikan ke tengah masyarakat,” ujar KH. Aliyudin di hadapan jamaah.
Sementara itu, Ketua DMI Ustadz Ahmad Humaidi dalam pesannya mengingatkan agar umat Islam kembali memaknai peran dirinya sebagai makhluk sosial. Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah semata, tetapi juga sarana pengabdian yang penuh semangat, di mana masyarakat rela mencurahkan waktu dan tenaganya dalam amal-amal yang mengarah pada ketakwaan kepada Allah SWT.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan, kemudahan, dan pemahaman yang benar dalam menjalankan ajaran agama. Amin ya rabbal alamin,” doa Ahmad Humaidi menutup sambutannya.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan diharapkan dapat mempererat ukhuwah islamiyah, sekaligus memperkuat peran masjid dan tokoh agama dalam membangun masyarakat yang religius, damai, dan sejahtera di wilayah Nyalindung.
(Andry Mahesa)
