August 23, 2026
20260823_220934

PERSADA SATU NEWS , JAWA TIMUR , 23 Agustus 2026 – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Puluhan ribu umat Islam dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara bertumpah ruah menghadiri acara Joor Kudama dan Musyawarah Nasional (Munas), sebuah pertemuan besar yang mempertemukan para pekerja dakwah atau Dai yang telah berjuang menegakkan kalimat Allah di jalan-Nya.

Menurut H. Karim, salah satu panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan momen istimewa bagi para dai yang mengikuti jejak langkah Nabi Besar Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. “Ini adalah wadah silaturahmi sekaligus penguatan bagi kami semua yang berikhtiar menegakkan agama Allah. Kami berkumpul untuk saling menguatkan, berbagi ilmu, dan menyamakan langkah dalam berdakwah,” ujar H. Karim.

Pertemuan yang digelar sejak tanggal 22 hingga 24 Agustus 2026 ini dihadiri oleh sekitar 50.000 orang. Peserta datang dari berbagai provinsi di Indonesia, meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, kawasan Jabodetabek, Banten, Kalimantan, hingga Sulawesi. Kehadiran juga tercatat dari luar negeri, antara lain India, Pakistan, Bangladesh, serta negara-negara tetangga lainnya, menjadikan acara ini sebagai ajang pertemuan dakwah berskala internasional.

Hasan Bhay, salah satu pengurus kegiatan, menyampaikan bahwa dalam rangkaian acara ini disampaikan ceramah agama mendalam oleh para ulama dan tokoh dakwah, termasuk tokoh dari India. Salah satu pesan pokok yang ditekankan adalah tanggung jawab besar umat Islam sebagai pewaris perjuangan Nabi Muhammad SAW.

“Sebagai umat Nabi terakhir, tidak ada lagi nabi yang diutus Allah SWT. Maka, kewajiban menyampaikan risalah Islam kini ada di tangan kita semua. Prinsipnya jelas: Balighu anni walau ayyah – sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat. Itu adalah amanah yang harus kita emban bersama,” ungkap perwakilan ulama asal India tersebut di hadapan ribuan peserta.

Pondok Pesantren Al Fatah Temboro sendiri dikenal luas sebagai pusat pendidikan agama yang besar dan berpengaruh, tidak hanya di Jawa Timur namun juga di kawasan Asia Tenggara. Hal ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Ponpes Al Fatah, Gus Fatah, yang bersama Gus Bed dikenal sebagai ulama kharismatik di kalangan masyarakat.

“Kami saat ini menampung sekitar 30.000 santri dan santriwati yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Ini bukti kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kami dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” jelas Gus Fatah.

Puncak dari rangkaian acara selama tiga hari ini adalah pelepasan jamaah dakwah. Sebanyak kurang lebih 1.000 jamaah dikirimkan ke berbagai wilayah di Nusantara dan ke luar negeri, termasuk ke Kepulauan Solomon, Turki, Mesir, Kuwait, Jepang, Korea, hingga negara-negara di Eropa. Masa tugas dakwah yang diemban bervariasi: selama satu tahun bagi para ulama, serta empat bulan hingga 40 hari bagi peserta umum.

Para peserta dan panitia berdoa semoga langkah dan perjuangan para dai yang diberangkatkan ini menjadi sarana turunnya hidayah Allah SWT ke seluruh penjuru alam, serta membawa manfaat dan kedamaian bagi umat manusia. “Semoga perjuangan saudara-saudara kita menjadi asbab turunnya hidayah ke seluruh alam. Amin, amin, amin ya Rabbal Alamin,” tutup H. Karim mengakhiri pernyataannya.

(Laporan: Andry Mahesa | Persada Satu News)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
YouTube
Instagram
WhatsApp
Tiktok