PERSADA SATU NEWS
BANYUMAS , PERSADA SATU NEWS– Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ternyata menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa besar. Berdasarkan data resmi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) setempat, tercatat ada puluhan objek cagar budaya tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari bangunan bersejarah, tempat ibadah, hingga situs purbakala peninggalan zaman megalitikum, yang kini menjadi aset berharga sekaligus daya tarik wisata edukasi, Jumat (21/8/2026) .
Hal ini disoroti khusus oleh Zeko Julian, Pemerhati Cagar Budaya sekaligus Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Persada Satu News, yang menilai potensi besar ini belum seluruhnya tergali maksimal dan memerlukan perhatian serius agar tetap lestari dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Banyumas itu seperti museum hidup terbuka. Dari masa prasejarah, kerajaan, hingga masa kolonial, jejak peradabannya ada di sini. Ada lebih dari 60 cagar budaya tak bergerak yang sudah terinventarisasi, dan terus bertambah setiap tahunnya. Ini kekayaan yang tak ternilai harganya, bukan hanya milik Banyumas tapi milik bangsa Indonesia,” ungkap Zeko Julian saat meninjau langsung sejumlah lokasi bersejarah.
Berbagai jenis peninggalan tersebut dikelompokkan menjadi tiga kategori utama, masing-masing memiliki keunikan dan nilai sejarah tinggi:
Tempat Ibadah Bersejarah
Dua yang paling menonjol dan populer adalah Masjid Saka Tunggal di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon. Keistimewaannya terletak pada arsitektur yang hanya bertumpu pada satu tiang utama, menjadikannya salah satu masjid tertua dan paling unik di Jawa Tengah. Ada juga Masjid Jami’ Nur Sulaiman yang berada di kawasan Kota Lama Banyumas, bahkan sudah berstatus Cagar Budaya Nasional lewat SK Mendiknas RI Nomor 299/M/1999, menjadi bukti pengakuan tingkat nasional atas nilainya .
Bangunan & Kompleks Bersejarah
Di kawasan pusat pemerintahan, berdiri megah Pendopo Si Panji, kompleks pendopo dan rumah dinas Bupati Purwokerto yang menyimpan banyak cerita perjalanan pemerintahan daerah ini. Tak kalah menarik adalah Kawasan Kota Lama Banyumas, di mana terdapat alun-alun dan deretan bangunan kuno peninggalan masa lalu yang masih kokoh berdiri, menjadi saksi bisu perkembangan kota. Selain itu, terdapat pula bangunan bersejarah lain seperti Gedung Barkorwil III, SMP dan SMA bersejarah di Purwokerto, serta kompleks perkantoran tua yang kini masuk daftar perlindungan .
Situs Purbakala
Bukti peradaban jauh sebelum sejarah tertulis juga banyak ditemukan. Situs Batur Agung di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, misalnya, menyimpan struktur batu peninggalan zaman megalitikum. Masih ada Situs Batu Guling atau Situs Datar di Kecamatan Sumbang, serta beberapa situs pemakaman kuno dan peninggalan budaya lain yang menjadi objek penelitian arkeologi penting .
Menurut data terbaru, hingga tahun 2025 saja Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menetapkan tambahan dua cagar budaya baru, yaitu Struktur Maqom Dalem Santri di Desa Kutaliman dan Makam Mbah Kalibening, yang resmi masuk daftar perlindungan lewat SK Bupati. Selain itu, tercatat sekitar 22 objek lain sedang dalam proses kajian untuk ditetapkan sebagai cagar budaya baru.
Zeko Julian menekankan, tantangan terbesar saat ini bukan hanya inventarisasi, tapi bagaimana menjaga keaslian dan memanfaatkannya secara bijak.
“Kita harus hati-hati. Di satu sisi aset ini harus dijaga agar tidak rusak atau hilang, tapi di sisi lain harus dibuka dan dikembangkan menjadi tujuan wisata edukasi. Museum Wayang, Rumah Lengger, dan kesenian khas seperti Calung, Lengger, hingga Ebeg juga harus disandingkan, karena budaya tak benda ini juga bagian dari warisan yang sama pentingnya,” tambah Zeko, merujuk pada kekayaan seni dan tradisi Banyumas yang juga sudah diakui nasional .
Pengamat ini berharap Dinas terkait, masyarakat, dan pengelola pariwisata bersinergi. “Jangan sampai warisan leluhur ini hilang tergerus zaman atau pembangunan. Keberadaannya justru bisa menjadi identitas dan keunggulan kompetitif Banyumas di mata dunia pariwisata dan sejarah,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung atau melakukan penelitian, daftar lengkap beserta alamat dan SK penetapan seluruh objek cagar budaya dapat dilihat secara resmi melalui situs Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, lengkap dengan panduan lokasi dan sejarah singkat masing-masing situs .
Zeko Julian. Pemerhati Budaya./Team
