August 9, 2026
20260809_151507

PERSADA SATU NEWS | TAPANULI TENGAH — Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, adalah permata tersembunyi di pesisir barat Sumatera yang menawarkan paket wisata lengkap: keindahan alam kelas dunia, situs sejarah masuknya Islam ke Nusantara, dan kekayaan laut yang melimpah. Wilayah ini membentang sepanjang lebih dari 200 km garis pantai, menyimpan keajaiban mulai dari pulau eksotis, air terjun unik, pantai berpasir putih, makam-makam bersejarah, hingga tradisi nelayan yang turun-temurun.

Berikut rangkaian lengkap pesona dan kekayaan wilayah ini:

Kota Sibolga

Air Terjun Pulau Mursala

Pulau Mursala: Air Terjun Langsung Jatuh ke Laut & Lokasi Inspirasi Film King Kong

Ikon utama pariwisata Tapanuli Tengah adalah Pulau Mursala, terletak di Kecamatan Tapian Nauli, hanya 30 menit perjalanan laut dari Kota Sibolga . Keunikannya yang mendunia adalah Air Terjun Mursala, satu dari sedikit air terjun di dunia yang aliran air tawarnya jatuh langsung dari tebing setinggi ±30 meter ke permukaan Samudera Hindia. Airnya jernih, dingin, dan menciptakan pemandangan dramatis berpadu dengan birunya laut lepas.

Keindahan alam liar dan lanskap pulau yang tertutup hutan hijau lebat ini begitu mempesona hingga menjadi inspirasi utama lokasi fiksi Skull Island dalam film blockbuster Hollywood King Kong (2005) karya sutradara Peter Jackson . Banyak adegan dan visual pulau dalam film tersebut didasarkan pada keasrian dan keunikan alam Pulau Mursala yang dijuluki pula sebagai surga yang terlupakan. Di sini juga terdapat Pulau Putri kecil di sebelah timur, serta terumbu karang indah yang kaya biota laut .

Laut Kendahan & Deretan Pantai Eksotis

Pesisir ini dikenal sebagai kawasan Laut Kendahan, perairan yang sangat subur dan indah. Di sepanjang jalur ini tersebar pantai-pantai yang memukau:

Pantai Kahona: Sering disebut pantai terindah di Sumut, pasir putih halus, air gradasi biru-hijau jernih, ombak tenang, pemandangan matahari terbenam memukau.

Pantai Kahona Andamdewi
  1. Pantai Andamdewi: Memiliki pemandangan eksotis dengan formasi batu karang unik dan suasana damai. Namanya diambil dari legenda putri cantik masa lalu, kental nuansa mistis dan budaya.

    Pantai Kode Tiga: Destinasi favorit keluarga dan wisatawan, hamparan pasir luas, air jernih, akses mudah, dekat pemukiman, dan tempat menikmati hasil laut segar.

    Pantai Barus: Gerbang sejarah, dulunya pelabuhan perdagangan internasional, sekarang tetap indah dengan pemandangan laut terbuka.

    Selain pantai, tersembunyi di bukit-bukit pesisir terdapat air terjun darat lain seperti Air Terjun Sigura-gura yang menambah lengkap pesona alamnya.


    Wisata Religi: Jejak Islam Tertua di Barus — Makam Kedatangan Islam & Makam Papan Tinggi

    Kecamatan Barus dikenal sejarawan sebagai gerbang masuknya Islam pertama kali ke Indonesia bagian barat, jauh sebelum kerajaan Islam besar berdiri, sekitar abad ke-7 hingga ke-10 Masehi . Di sini terdapat kompleks situs makam kuno yang sangat sakral dan bernilai sejarah tinggi:

    Makam Kedatangan Islam Barus

    Kompleks makam para ulama, pedagang, dan penyebar agama Islam dari Arab, Persia, dan India yang tiba lewat jalur laut. Prasasti dan nisan kuno bertuliskan Arab kuno menjadi saksi bisu bahwa Barus dulunya kota dagang dunia tempat bertemunya peradaban .

    Makam Papan Tinggi

    Terletak di Desa Pananggahan, Barus Utara, berada di puncak bukit yang harus didaki menaiki ±700 anak tangga, dimaknai sebagai perjuangan spiritual . Di sini terdapat 7 makam kuno, yang utama adalah makam Syekh Mahmud Al-Muhtazam (Abdurrahman bin Muadz bin Jabal), ulama penyebar Islam dari Yaman yang wafat tahun 1426 M. Makam utamanya berukuran luar biasa panjang (sekitar 7 meter), dengan nisan batu granit bertuliskan ayat Al-Quran, menjadi salah satu situs warisan budaya nasional yang paling dikunjungi peziarah dari seluruh Indonesia.

    Selain dua situs utama ini, di sekitar Barus dan pesisir lainnya juga tersebar makam-makam tua para tokoh agama dan pedagang masa lalu yang menjadi jejak penyebaran Islam secara damai lewat jalur perdagangan dan persahabatan.

    Kekayaan Laut: Ikan Teri Terbaik & Tradisi Penangkapan dengan Bagan

    Laut Kendahan Tapanuli Tengah sangat subur dan terkenal sebagai penghasil ikan teri (Stolephorus spp.) berkualitas nomor satu di Sumatera Utara. Teri di sini berukuran kecil, daging padat, gurih, dan sangat digemari pasar nasional. Sentra utama ada di Desa Hajoran, Kecamatan Pandan, dan sekitar Barus, di mana mayoritas warga menggantungkan hidup dari menangkap, mengeringkan, dan mengolah teri menjadi produk unggulan daerah.

    Cara penangkapannya memiliki tradisi khas dan unik, yaitu menggunakan alat tangkap Bagan Tancap atau Bagan Apung — rangka bambu besar dengan jaring dan lampu penerang yang dipasang di tengah laut .

    Cara kerjanya: saat malam hari, lampu menyala terang untuk menarik gerombolan ikan, terutama teri, berkumpul di bawahnya, lalu jaring diangkat bersamaan. Metode ini turun-temurun dipakai puluhan tahun, ramah lingkungan, dan menjadi ikon perikanan Tapanuli Tengah. Ratusan unit bagan tersebar dari Sibolga hingga Barus, menjadi pemandangan khas saat malam hari di tengah laut.

    Kombinasi keajaiban alam, jejak sejarah Islam tertua, dan kekayaan laut melimpah menjadikan Tapanuli Tengah paket wisata lengkap yang bernilai sejarah, religi, dan ekonomi.

    — Persada Satu News
    Sumber: Dinas Pariwisata Tapanuli Tengah, Balai Pelestarian Cagar Budaya, Data Kelautan & Perikanan, Kajian Sejarah Barus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
YouTube
Instagram
WhatsApp
Tiktok