TARGET 1.500 HEKTAR! BRIGADE PANGAN BHAKTI BELA NEGARA GELAR PENANAMAN PADI UNGGUL PS 08 DI PANDEGLANG

TARGET 1.500 HEKTAR! BRIGADE PANGAN BHAKTI BELA NEGARA GELAR PENANAMAN PADI UNGGUL PS 08 DI PANDEGLANG

Pandeglang, persadasatu.com .24 April 2026 – Langkah nyata mewujudkan ketahanan pangan nasional terus digencarkan. Yayasan Bhakti Bela Negara kembali menggerakkan roda pertanian dengan melaksanakan kegiatan penanaman benih padi unggul jenis PS 08 di wilayah pesisir yang subur, tepatnya di Kampung Mataram, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Kegiatan ini menjadi kelanjutan sukses panen raya yang telah digelar pada bulan Februari lalu, di mana kelompok tani binaan yayasan ini berhasil menggarap lahan seluas 753 hektar. Kini, semangat itu kembali dipacu dengan target yang jauh lebih besar, yaitu mencapai luas tanam hingga 1.500 hektar pada masa tanam kali ini.

Kegiatan yang penuh semangat kerja keras ini turut dihadiri langsung oleh Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) sekaligus Anggota Dewan Pengawas Yayasan Bhakti Bela Negara, Prof. Dr. Mufti Mubarok. Dalam kesempatan tersebut, beliau bahkan turun langsung ke sawah untuk melakukan penanaman padi secara simbolis, menandai dimulainya rangkaian kegiatan tanam di lahan pertanian tersebut.

Terobosan untuk Kemakmuran Petani dan Target Nasional Dalam sambutannya, Prof. Dr. Mufti Mubarok menegaskan bahwa program pertanian yang dijalankan ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan sebuah komitmen strategis. Menurutnya, untuk memajukan sektor pertanian, diperlukan berbagai terobosan inovatif yang mampu mendongkrak produktivitas secara signifikan.

“Program ketahanan pangan ini mengharuskan kita untuk terus berinovasi dan melakukan berbagai terobosan agar hasil yang didapatkan semakin optimal. Tujuan utamanya tidak lain adalah untuk memakmurkan para petani selaku penggerak utama sektor ini, sekaligus mendukung penuh program unggulan pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Prabowo Subianto. Melalui langkah-langkah nyata seperti ini, cita-cita besar bangsa untuk mewujudkan swasembada pangan nasional dapat segera tercapai dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat,” tegas Prof. Mufti dengan penuh antusiasme.

Pernyataan tersebut sepenuhnya didukung dan diamini oleh narasumber kunci lainnya yang hadir, yaitu Direktur Irigasi Kementerian Pertanian, Dr. Liferdi Lukman. Kehadiran beliau menjadi bukti bahwa program ini mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari jajaran pemerintah pusat.

Hasil Panen Melampaui Rata-Rata Nasional Dr. Liferdi Lukman yang juga menjabat sebagai salah satu Pembina di lingkungan Yayasan Bhakti Bela Negara memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras yang telah ditunjukkan oleh Kelompok Tani di bawah naungan Markas Besar Brigade Pangan Bhakti Bela Negara.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan dukungan sepenuhnya kepada setiap inisiatif masyarakat yang berfokus pada peningkatan hasil pertanian demi tercapainya kemandirian pangan. Ia pun membeberkan keunggulan utama dari benih yang ditanam kali ini, yang menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Benih padi unggul PS 08 yang kita tanam ini sudah teruji kualitasnya di lapangan. Keunggulannya sangat nyata, di mana produktivitasnya mampu menembus angka minimal 8 ton gabah kering per hektar. Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan patut diapresiasi tinggi,” jelas Dr. Liferdi.

Lebih lanjut, beliau membandingkan capaian tersebut dengan data resmi yang dimiliki Kementerian Pertanian. Secara umum, rata-rata hasil panen padi petani di Indonesia saat ini baru berkisar antara 5 hingga 6 ton per hektar. Artinya, program yang dijalankan di Pandeglang ini berhasil memecahkan rekor produktivitas dan menjadi contoh keberhasilan yang bisa ditiru di daerah lain.

“Angka ini membuktikan bahwa dengan penggunaan bibit unggul, pengelolaan lahan yang baik, dan kerja sama yang solid, hasil yang jauh lebih maksimal sangat mungkin kita capai. Saya berharap kegiatan yang positif ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, tidak berhenti di satu masa tanam saja,” harapnya.

Dr. Liferdi pun berpesan agar kesuksesan ini menjadi modal kuat untuk terus memajukan sektor pertanian. “Dengan keberlanjutan program seperti ini, tujuan pemerintah untuk mensejahterakan dan memakmurkan para petani serta target swasembada pangan nasional akan semakin dekat dengan kenyataan dan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Kegiatan penanaman ini diharapkan dapat berjalan lancar hingga seluruh target lahan seluas 1.500 hektar selesai digarap, sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam membangun ketahanan pangan Indonesia.

Liputan Humas / Editor Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *