Reses DPRD Serap Aspirasi Warga Sukabumi, Infrastruktur dan Layanan Kesehatan Jadi Sorotan
SUKABUMI , PERSADASATU.COM — Kegiatan reses anggota legislatif di wilayah Kabupaten Sukabumi dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga peningkatan layanan kesehatan. Momentum ini berlangsung dalam agenda Reses ke-2 Masa Sidang 2026 yang digelar oleh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi di sejumlah daerah pemilihan.
Di wilayah Cisolok dan Palabuhanratu, anggota dewan Leni Liawati turun langsung menemui masyarakat. Dalam dialog bersama warga, persoalan infrastruktur jalan desa menjadi keluhan utama karena dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas hasil pertanian. Selain itu, akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga petani juga menjadi perhatian yang disampaikan masyarakat.
Sejumlah anggota legislatif lainnya juga dijadwalkan melaksanakan reses pada periode Februari hingga Maret 2026, di antaranya Dilla Nurdian, Rika Yulistina, Mansurudin, serta Junajah Jajah Nurdiansyah yang menyasar berbagai titik untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Sementara itu, kegiatan serupa juga dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Legislator Lina Ruslinawati menggelar reses perdana di Desa Titisan. Dalam pertemuan tersebut, ia mendorong masyarakat agar lebih proaktif mengusulkan program pembangunan desa.
Menurutnya, partisipasi warga sangat penting agar kebutuhan riil di tingkat desa dapat diperjuangkan hingga ke tingkat provinsi. “Usulan masyarakat harus disampaikan secara terstruktur agar bisa masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah,” ujarnya di hadapan warga.
Dalam forum tersebut juga mencuat harapan masyarakat terhadap pemerataan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan layanan kesehatan.
Anggota dewan Yusuf Ridwan menyoroti bahwa sejumlah program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi masih perlu didorong agar lebih merata dirasakan hingga wilayah pelosok Sukabumi.
Ia menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, serta kemudahan akses layanan BPJS Kesehatan menjadi kebutuhan mendesak masyarakat saat ini.
“Masih ada warga yang mengeluhkan akses layanan kesehatan dan kondisi jalan yang belum optimal. Ini menjadi catatan penting agar program provinsi benar-benar menyentuh masyarakat bawah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan reses ini, para legislator berharap terjalin komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, sehingga setiap perencanaan pembangunan dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, khususnya dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Liputan.Andri M.
Editor Redaksi.
