KORBAN PENIPUAN PULUHAN JUTA RUPIAH MODUS CPNS DI JATIUWUNG POLISI KAN OKNUM ASN, DINILAI TIDAK KOPERATIF

KORBAN PENIPUAN PULUHAN JUTA RUPIAH MODUS CPNS DI JATIUWUNG POLISI KAN OKNUM ASN, DINILAI TIDAK KOPERATIF

Kota Tangerang,Persadasatu.com – Diduga seorang oknum ASN Trantib Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang inisial FI melakukan penipuan modus CPNS pada sejumlah korban dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah.

Saat ditemui awak media di kantor Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang, Selasa (25 Februari 2025, salah satu korban mengaku sudah ditipu oleh oknum ASN yang bertugas di Trantib kecamatan dengan janji akan memasukkan anak korban menjadi CPNS di lingkungan kecamatan tersebut. “Saya sudah transfer puluhan juta dengan dijanjikan anak saya sebagai pegawai di kecamatan ini, tapi mana sudah setahun tanpa ada kepastian.” keluh G.Togatorop.

Sampai anak korban dibawa ke tempat Tailor untuk disiapkan seragam pegawai yang akan digunakan korban saat sudah diterima kerja. “Saya juga diminta sejumlah uang lagi untuk seragam nya. Tapi ternyata oknum ASN FI itu belum membayar apapun pada penjahit.” lanjut nya. Saat awak media  menyambangi Tailor tersebut memang oknum ASN tersebut belum membayar DP untuk seragam.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, oknum ASN tersebut sudah sering melakukan penipuan kerja, bahkan ada seorang pegawai OB turut menjadi korban yang juga sudah membayar puluhan juta rupiah. Saat seorang kasie dihubungi awak media mengaku tidak mengetahui perihal itu.

Bahkan saat korban menghubungi oknum ASN tersebut untuk datang ke kantor kecamatan Jatiuwung guna menyelesaikan hal ini mendadak sulit dihubungi baik di chat maupun ditelepon.

Menyikapi hal ini, korban berniat untuk segera melaporkan kasus penipuan ini pada pihak Polres Kota Tangerang. “Kalau tidak koperatif, maka saya akan lapor polisi besok Kamis.” tegas korban. Diharapkan marwah aparatur negara jangan lagi tercoreng dengan perilaku kriminalitas semacam ini.

 

Red/AMS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *