October 24, 2026
20261024_193803

TANGSEL PERSADA SATU NEWS – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengajak seluruh santri di wilayahnya untuk terus mengembangkan wawasan, menguasai kemajuan teknologi, serta senantiasa menjaga persatuan dan keberagaman. Langkah ini dinilai penting agar kaum santri dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Pilar saat memimpin Apel Hari Santri 2026 yang berlangsung di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, pada Kamis (22/10/2026). Acara tahunan ini dihadiri sekitar 1.000 santri, para ulama dari berbagai pondok pesantren, serta elemen masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Pilar menegaskan posisi santri memiliki peran strategis bagi kemajuan bangsa. Oleh karenanya, ia menekankan pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung pengembangan potensi dan kemampuan santri agar mampu beradaptasi menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

“Santri adalah aset paling berharga bagi masa depan negeri ini. Pemerintah daerah wajib terus mendukung setiap program yang ada di pondok pesantren, supaya para santri bisa terus berkembang, berprestasi, dan memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Pilar.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Melalui tema tersebut, diharapkan santri tidak hanya memperkokoh nilai-nilai keagamaan, tetapi juga aktif mengembangkan ilmu pengetahuan, menguasai teknologi terkini, berinovasi, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurut Pilar, kiprah santri dalam menguatkan bangsa harus selalu relevan dengan perkembangan zaman, namun tidak boleh melepaskan akar nilai luhur dan tradisi yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tema ini membawa pesan mendalam: santri punya tanggung jawab besar menentukan masa depan Indonesia. Kalau dulu para pendahulu kita menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri lewat ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, inovasi, dan tentunya akhlak yang mulia. Tantangannya memang berbeda, namun semangat pengabdian kepada tanah air tidak boleh pernah padam,” tegasnya.

Di kesempatan itu, Pilar juga mengajak para santri meneladani sosok tokoh bangsa yang sangat menjunjung tinggi toleransi dan persatuan, yaitu almarhum Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Ia mengingatkan, santri harus mampu berkiprah di berbagai sektor kehidupan tanpa pernah meninggalkan nilai-nilai Pancasila serta komitmen menjaga keutuhan bangsa.

Ia menambahkan, pendidikan di pesantren bukanlah pembatas, melainkan bekal kuat bagi santri untuk berkarier dan berkontribusi di berbagai bidang. Mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, sains, hukum, hingga dunia usaha dan ekonomi kreatif, santri memiliki ruang yang luas untuk beraksi.

“Nanti ke mana pun langkah kalian melangkah — entah menjadi ulama, cendekiawan, guru, advokat, akademisi, hingga pengusaha sukses — jadilah pribadi yang selalu memegang teguh prinsip Pancasila, serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” pungkas Pilar.

Hum /Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
YouTube
Instagram
WhatsApp
Tiktok