October 22, 2026
20261021_202115

PERSADA SATU NEWS |SERPONG TANGSEL– persadasatu.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat langkah penanganan dan pencegahan stunting melalui pengembangan fasilitas kesehatan berbasis masyarakat. Tahun 2026 ini, pemerintah daerah menargetkan pembangunan tujuh Pos Gizi baru yang akan tersebar di berbagai wilayah, guna memastikan pemenuhan asupan gizi serta peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak.

Langkah nyata tersebut ditandai dengan peresmian Pos Gizi Kepiting di RW 01, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, yang dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, Senin (19/10/2026) dalam rangkaian kegiatan Peluncuran Pos Gizi Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Pilar Saga Ichsan menjelaskan bahwa program Pos Gizi sejatinya telah berjalan sejak tahun 2023 dan kini telah hadir menjangkau seluruh kecamatan di wilayah Tangsel. Keberadaan fasilitas ini menjadi ujung tombak pelayanan dasar dalam upaya menjamin tumbuh kembang anak yang optimal.

“Program pos gizi ini sudah ada di semua kecamatan se-Tangsel dan berjalan sejak 2023. Khusus pada tahun 2026 ini, kita akan membangun tujuh pos gizi baru. Tujuannya jelas, untuk memberikan edukasi menyeluruh kepada masyarakat mengenai betapa pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak maupun ibu hamil,” ujar Pilar saat meresmikan lokasi.

Lebih dari sekadar tempat edukasi, Pos Gizi juga berfungsi sebagai pusat pelayanan yang menyediakan makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak yang dinilai memiliki risiko kekurangan gizi atau berpotensi mengalami stunting. Kehadiran pos ini memudahkan kader kesehatan dan tenaga medis dalam menjangkau warga yang membutuhkan pendampingan langsung.

Pilar kembali menegaskan pentingnya perhatian penuh pada 1.000 hari pertama kehidupan manusia, yaitu rentang waktu yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode emas ini menjadi penentu utama kualitas pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak anak di masa depan.

Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada kuantitas makanan yang dikonsumsi, tetapi lebih utama memperhatikan kualitas dan kandungan gizinya. Ia juga mengimbau agar keluarga mulai mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan gula tinggi yang justru berisiko mengganggu kesehatan.

“Anak-anak kita wajib mendapatkan makanan bergizi dan menerapkan pola hidup sehat agar tumbuh kembangnya maksimal. Jika anak sehat, badannya kuat, dan otaknya cerdas, mereka akan jauh lebih siap dan mudah menyerap pelajaran saat bersekolah nanti,” tegasnya.

Pilar juga mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan keberadaan Pos Gizi secara maksimal, baik sebagai tempat berkonsultasi maupun mencari solusi saat menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Ia menekankan bahwa keberhasilan pencegahan stunting tidak bisa dibebankan semata pada pemerintah, melainkan memerlukan sinergi kuat antara keluarga, kader kesehatan, tenaga medis, dan seluruh elemen masyarakat.

Di akhir kegiatan, Pilar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader kesehatan yang telah menjadi garda terdepan dan jembatan penghubung antara pemerintah dan warga. Peran mereka dalam mendampingi dan mengedukasi masyarakat dinilai sangat berharga untuk mewujudkan generasi Tangsel yang sehat dan berkualitas.

“Jangan bosan-bosan memberikan perhatian dan mengurus anak-anak serta keluarga di sekitar kita. Semoga apa yang dilakukan para kader ini menjadi amal kebaikan yang terus membawa manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Redaksi persadasatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
YouTube
Instagram
WhatsApp
Tiktok