September 28, 2026
20260928_074015

PERSADA SATU NEWS ,TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menegaskan dominasinya dalam penerapan teknologi dan digitalisasi layanan pemerintahan. Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), kota ini sukses mempertahankan predikat Juara 1 pada ajang Championship TP2DD Wilayah Jawa-Bali untuk tahun 2026.

Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dalam sebuah acara puncak yang berlangsung di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Pemberian penghargaan berlangsung dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) X Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026, serta Rakornas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Gubernur Bank Indonesia, serta para pimpinan kementerian dan lembaga terkait.

Keberhasilan tahun ini semakin istimewa karena menjadi bukti konsistensi, mengingat pada tahun 2025 lalu, Tangsel juga telah mengukir prestasi yang sama sebagai juara pertama di wilayah yang sama.

Wali Kota Benyamin Davnie menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar trofi, melainkan bukti nyata keseriusan dan kerja keras seluruh elemen pemerintahan dalam membangun ekosistem digital yang kokoh dan berkelanjutan.

“Capaian ini sekaligus membuktikan konsistensi kita. Tahun 2025 kita juara 1, dan tahun 2026 kita kembali mempertahankan prestasi itu. Ini adalah hasil kerja sama luar biasa antara Pemkot Tangsel bersama Bank Indonesia, Bank BJB, seluruh perangkat daerah, sektor perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mengimplementasikan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah atau ETPD secara maksimal,” ujar Benyamin.

Transformasi digital yang dilakukan tidak hanya sebatas penyediaan kanal pembayaran baru, namun mencakup perubahan menyeluruh mulai dari tata kelola, koordinasi antarinstansi, pengembangan inovasi layanan, hingga pemanfaatan teknologi canggih dalam pengelolaan keuangan daerah.

Berbagai terobosan telah diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, antara lain kemudahan pembayaran pajak dan retribusi daerah secara daring, penggunaan Virtual Account, QRIS, layanan perpajakan berbasis internet, hingga optimalisasi transaksi non-tunai lewat Kartu Kredit Indonesia (KKI).

Bagi warga, sistem ini memberikan kemudahan, kecepatan, dan fleksibilitas dalam bertransaksi. Sementara dari sisi pemerintahan, digitalisasi ini menjadi tulang punggung administrasi yang memungkinkan pemantauan, pengawasan, dan pencatatan penerimaan daerah berjalan jauh lebih efektif, akuntabel, dan transparan.

Lebih jauh, penguatan ETPD ini menjadi strategi utama Pemkot Tangsel dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui perluasan akses pembayaran dan peningkatan kualitas layanan, pemerintah berharap tingkat kepatuhan wajib pajak semakin meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pembangunan kota.

Keberhasilan di tahun 2026 ini merupakan buah dari proses panjang yang dilakukan secara terus-menerus, mulai dari rapat tingkat tinggi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyusunan peta jalan pengembangan, hingga evaluasi berkala bersama mitra strategis.

Menutup pernyataannya, Benyamin menegaskan bahwa perjalanan digitalisasi Tangsel belum berakhir. Ke depan, pemerintah akan terus memperluas dan memperkuat ekosistem TP2DD agar penerapan teknologi tidak hanya berhenti pada urusan transaksi semata, tetapi menjadi fondasi utama transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih maju, inklusif, serta memberikan pelayanan publik yang makin mudah, cepat, dan transparan bagi seluruh warga.

Humts/Editor Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
YouTube
Instagram
WhatsApp
Tiktok