PERSADA SATU NEWS | BANTEN/BOGOR — Nilai-nilai luhur warisan leluhur kembali menjadi sorotan dan inspirasi di tengah kehidupan modern. Melalui unggahan video yang menyentuh hati dari akun Motivator Uten, perhatian publik kembali tertuju pada pesan kearifan lokal, sejarah kebesaran Prabu Siliwangi, serta filosofi hidup masyarakat Baduy yang sarat makna, relevan bagi Provinsi Banten maupun Kota Bogor.
Dalam konten yang dibagikan, tampak pesan mendalam yang mengangkat semangat budaya Sunda Buhun dan ajaran karuhun. Salah satu petuah sakral yang dikutip berbunyi: “Gunung ulah dipugar, lebak ulah diurug. Nu panjang ulah dipotong, nu pendek ulah dipanjangkeun. Nu enya dienyakeun, nu henteu dihenteukeun.” Artinya: gunung jangan dirusak, lembah jangan diratakan; apa adanya harus dijaga sesuai kodratnya. Ini adalah prinsip utama menjaga keseimbangan alam dan kehidupan, ajaran yang juga sangat dipegang teguh oleh masyarakat adat Baduy yang tinggal di wilayah perbatasan Banten dan Lebak.
Tak hanya soal alam, sejarah besar Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja, raja besar Kerajaan Sunda–Galuh yang berpusat di wilayah yang kini menjadi Kota Bogor, juga dikisahkan kembali. Beliau dikenal bukan hanya sebagai pemimpin yang berwibawa, tetapi juga sosok yang membawa kemakmuran, keadilan, dan persatuan. Ajaran Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh (saling mengasah, saling mengasihi, saling mengasuh) yang ditinggalkannya kini menjadi pedoman hidup, dan sering dikutip oleh tokoh publik seperti Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk membangun karakter masyarakat Jawa Barat dan Banten.
Kearifan lokal ini mengajarkan bahwa kemajuan sejati tidak boleh merusak akar budaya maupun alam sekitar. Bagi masyarakat Baduy, kesederhanaan, hidup selaras dengan alam, dan menjaga warisan leluhur adalah kunci ketenangan dan kesejahteraan. Nilai inilah yang kini didorong kembali agar menjadi landasan pembangunan, baik di Bogor yang merupakan pusat sejarah Pakuan Pajajaran, maupun di seluruh wilayah Provinsi Banten yang memiliki kekayaan adat dan tradisi yang sama rumpun,.
Melalui video tersebut, Motivator Uten mengajak seluruh elemen masyarakat, pemimpin, dan generasi muda untuk kembali merenungi dan mengamalkan pesan para leluhur. Bahwa kemajuan zaman dan pembangunan harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, kelestarian lingkungan, dan kearifan lokal.

“Di hari ini, mari kita ingat kembali: warisan leluhur bukan sekadar cerita masa lalu, tapi kompas arah kita menuju masa depan yang bermartabat,” demikian pesan yang tersirat dalam unggahan tersebut.
Kembali ke jati diri, menjaga alam, dan mengamalkan nilai kebersamaan, adalah jalan mulia yang ditunjukkan jejak Prabu Siliwangi dan keteladanan masyarakat Baduy, untuk kemajuan Banten, Bogor, dan Indonesia.
Uten— Persada Satu News
