GELAR “MENEBAR KEBAIKAN”, WALI KOTA BENYAMIN DAVNIE TEBAR RATUSAN KILO IKAN DAN LUNCURKAN EKO ENZIM DI SETU BUNGUR
TANGERANG SELATAN,persadasatu.com – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, secara resmi membuka rangkaian kegiatan besar bertajuk “Menebar Kebaikan” di perairan Setu Bungur, Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, pada hari Minggu (7/6). Acara ini memadukan aksi pelestarian alam dengan kegiatan sosial yang melibatkan ratusan warga antusias dari sekitar kawasan.

Dalam aksi peduli lingkungan ini, Pemerintah Kota bersama inisiator kegiatan menebarkan sebanyak 400 kilogram bibit ikan konsumsi ke dalam perairan setu. Sebagai bentuk interaksi dan hiburan warga, kegiatan ini dilanjutkan dengan acara Mancing Bersama yang berlangsung selama 24 jam non-stop.
Dalam sambutannya, Wali Kota Benyamin Davnie memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang digagas oleh Keluarga Almarhumah Siti Aldiano bersama para tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan strategi cerdas menjaga aset alam di tengah padatnya permukiman warga.
“Hari ini kita tebar sekitar 400 kilogram ikan berbagai jenis. Ini agar warga bisa memetik manfaatnya secara langsung. Namun lebih dari itu, ini adalah simbol Menebar Kebaikan. Langkah luar biasa untuk menjaga kelestarian danau kita,” tegas Benyamin saat memberikan sambutan.
Kegiatan ini juga digelar sebagai wujud penghormatan dan amal jariyah bagi Almarhumah Siti Aldiano yang telah berpulang kurang lebih tiga bulan silam. Di momen haru tersebut, Benyamin Davnie menerima sebuah benda bernilai sejarah berupa jas kesayangan almarhumah yang sering digunakan dalam berbagai kegiatan.
“Saya dihadiahi kenang-kenangan jas yang biasa dipakai almarhumah saat tampil. Sungguh sebuah kebetulan yang indah karena ukurannya pun sangat pas. Semoga ini membawa keberkahan dan menjadi penerang kubur bagi beliau. Terima kasih kepada Pak Hari dan seluruh keluarga yang senantiasa bersinergi dengan masyarakat,” ungkapnya terharu.
Wali Kota juga memuji dedikasi Pak Hari, suami dari almarhumah, yang dinilai sebagai sosok pejuang kemanusiaan. “Beliau tokoh luar biasa, dikenal hingga tingkat nasional, namun tetap rendah hati dan giat menggerakkan kegiatan sosial, lingkungan, hingga saat Iduladha kemarin. Semangatnya patut kita teladani,” tambahnya.
💧 TERAPKAN EKO ENZIM, UPAYA JAGA KUALITAS AIR
Tidak hanya menebar ikan, terobosan menarik dalam pelestarian kali ini adalah penggunaan Eko Enzim, yaitu cairan fermentasi organik yang disebarkan ke seluruh permukaan air Setu Bungur. Cairan ini diharapkan mampu menetralkan polusi dan memperbaiki kualitas air yang selama ini terancam limbah permukiman.
Koordinator kegiatan, Rastra Yudhatama, menjelaskan bahwa keberadaan Setu Bungur sangat vital sebagai kawasan resapan air dan paru-paru kota. Oleh karena itu, penanganan ekologis seperti penggunaan eko enzim adalah solusi tepat.
“Karena lokasinya di tengah pemukiman padat, risiko pencemarannya tinggi. Penggunaan Eko Enzim ini langkah positif nyata. Jika kualitas air terjaga, maka fungsi Setu sebagai habitat ikan, ruang terbuka hijau, dan penyangga air bersih akan berjalan optimal,” papar Rastra.
Ia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan pelestarian lingkungan di Tangsel terletak pada kolaborasi erat antara Pemerintah Daerah, Tokoh Masyarakat, Komunitas, dan seluruh elemen warga.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan komitmennya untuk menjadikan tradisi ini berkelanjutan. Diharapkan, Setu Bungur dapat menjadi Percontohan Kawasan Perairan Perkotaan yang bersih, produktif, dan harmonis dengan warga sekitar.
(Kasidin / Redaksi Persada Satu) ✍️
