Pemkot Tangsel Lepas Bantuan Perantau Salingka Danau Maninjau, Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Bencana
PERSADASATU.COM, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikan saat pemberangkatan bantuan kemanusiaan yang digalang Perantau Salingka Danau Maninjau, Selasa (23/12/2025), dari Sekretariat Perantau di Bintaro, Tangerang Selatan.

Hadir mewakili Pemkot Tangsel, Asisten Daerah (Asda) III Kota Tangerang Selatan, Ir. Dandy Priantara, MT, yang secara langsung menyaksikan pelepasan bantuan. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus pusat Perantau Salingka Danau Maninjau, di antaranya Ketua Umum Yonofiar, SH, KH Aep Sepudin, Sekretaris Jenderal Drs. Supratman, H. Mustaib Abdul Muis, serta jajaran DPP SDM.
Bantuan kepedulian perantau Minangkabau ini diberangkatkan melalui jalur darat menggunakan satu unit mobil Fuso, dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga hari menuju lokasi terdampak bencana.
Asda III Ir. Dandy Priantara, MT, dalam sambutannya menyampaikan belasungkawa atas nama Wali Kota dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan kepada seluruh korban bencana.
“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami turut berduka cita atas musibah banjir bandang dan longsor yang terjadi, khususnya di Sumatera Barat. Semoga para korban diberikan ketabahan, dan kami berharap bencana ini segera tertangani serta berakhir,” ujarnya.
Ketua Masyarakat Perantau Salingka Danau Maninjau, Yonofiar, SH, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di 10 kenagarian wilayah Salingka Danau Maninjau yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Begitu kabar bencana sampai ke perantauan, kami langsung bergerak. Ini bukan semata kegiatan organisasi, tetapi panggilan hati sebagai anak nagari,” kata Yonofiar.

Ia menambahkan, bantuan yang dihimpun berasal dari solidaritas perantau Minangkabau di wilayah Jabodetabek, khususnya para pedagang di Tanah Abang, Pasar Cipulir, dan Pasar Cipadu. Bantuan tersebut berupa pakaian baru dan layak pakai, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya.
“Seluruh bantuan ini akan disalurkan langsung ke lokasi terdampak dan didistribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang perantau, Sutrima, mengungkapkan kondisi kampung halaman yang masih memprihatinkan. Menurutnya, banyak rumah, jalan, jembatan, dan fasilitas umum rusak akibat derasnya banjir dan longsor, bahkan aliran sungai berubah arah masuk ke permukiman warga.
“Masyarakat sangat membutuhkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan serta jembatan yang putus,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yonofiar juga mengimbau pemerintah pusat dan daerah agar memberikan perhatian serius terhadap penanganan pascabencana, termasuk normalisasi sungai, perbaikan infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kepedulian dan gotong royong harus terus dijaga. Semoga bantuan ini menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di Sumatera Barat untuk bangkit kembali,” pungkasnya.
Red.
